ANDA SEDANG MEMBACA

ANDA SEDANG MEMBACA

Sabtu, 16 Agustus 2014

You are here : Home » Aku Allah Ahmad Alam, Analisa » Menyusun Ulang Kisah Adam, Iblis, Isteri Mereka Dan Setan

Menyusun Ulang Kisah Adam, Iblis, Isteri Mereka Dan Setan

Dahulu kala di sisi Allah terdapatlah 3 RASA paling eksis. Yakni Akal, Hati, Nafsu. Mereka ibarat kembar yang serupa tapi tak sama.

Ketiganya bersifat CAHAYA, SAHAYA, BAHAYA.

Mula-mula sebagai percobaan Allah membuat WUJUD HIDUP yang tercipta dari NUR-NYA yang disematkan satu rasa AKAL, kita sebut Jibril. Malaikat Jibril ini menjadi yang paling MELEKAT.

Kemudian Allah melalui perantara Malaikat, menciptakan begitu banyak secara serentak WUJUD BENDA Bintang dan Planet sebagai semesta baru, yakni semesta materi. Pada Bintang terdapat rasa NAFSU (api bergejolak), pada Planet terdapat rasa HATI (tenang).

Lalu Allah membuat penciptaan wujud hidup lagi sebagai percobaanNya. Kali ini di adakanNya lah mahluk yang kita sebut BINATANG yang tersusun atas unsur planet (Hati) dan bintang (bergejolak).

Pada Binatang tidak terdapat rasa Akal, sehingga perilaku mereka hanya berputar-putar antara makan, kawin, tidur saja dalam lingkaran pertumpahan darah (hukum rimba). Tidak dapat melakukan kebaikan yang di inginkan Allah.

********************

Allah pun punya rencana besar. Dia menghendaki adanya wujud hidup yang tercipta atas semua RASA. Ada rasa AKAL, rasa NAFSU, rasa HATI.

Allah Maha Cepat PerhitunganNya. Ia akan membuat mahluk baru tersebut dalam 2 versi dengan segala ketetapan-ketetapanNya. Yang satu versi alam halus (JIN), selanjutnya satu lagi versi alam kasar (MANUSIA). Penciptaan Jin dan Manusia nantinya melalui sebuah proses kejadian demi kejadian yang di urusi lewat perantara Malaikat.

Surat 15/26-27 :
Dan sesungguhnya Kami menciptakan MANUSIA
dari tanah liat kering dari lumpur hitam (yang ada di planet)
 yang diberi bentuk. 
Dan Kami telah menciptakan JIN sebelumnya
dari api yang sangat panas (yang ada di bintang).

Melalui ayat di atas, kiranya kita harus sadar disitulah Adam dan Iblis tercipta. PERLU DI GARIS BAWAHI, saat itu mereka belumlah hidup. ADA tapi BELUM HIDUP. Biar mudah, kita ilustrasikan mereka ini ibarat patung. Patung itu ADA, tapi TIDAK HIDUP.

Mula-mula Allah meniupkan rohNya pada Iblis. Hiduplah Jin Pertama dan pasangannya. Entah berapa lama jarak waktunya, tiba giliran untuk Adam diberikan Roh juga supaya hidup.

Setelah itu, para Malaikat dan Jin diperintahkan untuk menunjukan rasa hormat kepada Adam sebagai mahluk baru yang telah di tiupkan RohNya. Ternyata Jin menolak. Penolakan disini bukan karena ia iri atau cemburu, bukan itu.

Surat 15/29-31 :
"Maka apabila Aku
TELAH MENYEMPURNAKAN kejadiannya, 
dan telah MENIUPKAN ROH-Ku ke dalamnya, 
maka tunduklah kamu (hai semua)
 kepadanya (Adam) dengan bersujud"
Maka bersujudlah para malaikat itu semuanya bersama-sama,
kecuali Iblis (Jin). Ia enggan ikut sujud."

Iblis itu menolak karena merasa lebih baik saja. Bukan karena dengki akan kelebihan Adam seperti yang sering di tafsirkan semisal "Adam lebih indah", "Adam punya akal". Ingat, Iblis juga punya Akal. Sementara indah itu relatif.

Baca jawaban Iblis saat ia ditegur Allah.

Surat 7/12 :
Allah berfirman: "Apakah yang menghalangimu untuk 
bersujud di waktu Aku menyuruhmu?" 
Menjawab iblis "Saya lebih baik daripadanya: 
Engkau ciptakan aku dari api 
sedang dia Engkau ciptakan dari tanah". 

Apa yang terjadi pada Iblis akan rasa sombongnya, sebenarnya hasil dari unsur 3 RASA yang di sematkan Allah (Nafsu, Hati, Akal). Ketiga RASA tersebut ternyata "berhasil" menghasilkan sesuatu pemandangan baru bagi Allah.

Akhirnya Allah mengusir Jin dan pasangannya itu dari kediaman awalnya. Sebelum Jin angkat kaki, ia meminta satu permohonan. Ia ingin dikasih tangguh waktu sampai manusia (Adam dan keturunannya kelak) di bangkitkan.

Surat 7/14 :
"Beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan".

Perhatikan sejenak, dari mana Iblis tahu bahwa Adam akan menjalani kehidupan yang berujung pada hari kebangkitan ??? Saya menduga, Iblis dulunya pun di ajari nama-nama hal karena ia juga mahluk berakal. Serta di beri pengetahuan bahwa ia akan menjalani kehidupan. Buka surat 55/33 dan 6/130.

Surat 18/50 menerangkan Iblis itu punya keturunan-keturunan yang sebagiannya sesat (pembangkang bergelar setan) sama seperti dirinya.

Di lain tempat, Adam ternyata juga menunjukan tanda kedewasaan nya reaksi unsur 3 RASA pada dirinya. Di uji agar tidak membantah suatu larangan ia malah khilaf karena Hawa yang sempat tergoda oleh Setan.

Siapa itu Setan ??? Menurut surat 6/112 Setan itu para Jin dan Manusia yang sesat. Namun surat itu baru berlaku semenjak hadirnya para keturunan Adam dan Iblis. Kita tahu, saat itu belum ada keturunan Adam dan belum ada keturunan Iblis.

Lantas siapa setan di maksud ??? Berdasarkan firman dari kitab Israel, Setan dimaksud ialah ular. Saya beriman kepada kitab-kitab Allah. Dan menjadikan Alquran sebagai korektornya.

Ular kala itu menyuruh Hawa, kurang lebihnya ular memberitahu Hawa adanya BUAH yang memabukkan yang ternyata menimbulkan hasrat SEKS.

Hawa ataupun Adam mulanya belum tahu apa itu SEKS.

Bukan Allah melarang, Allah sebenarnya memperbolehkan Adam dan Hawa untuk bercampur. Tetapi nanti kalau sudah di Bumi. Allah berniat menjadikan Adam Khalifah di Bumi, surat 2/30, maka beranak pinaknya pun harus di Bumi. Bukan di planet asalnya.

Mengapa ular bisa bicara dengan Hawa ??? Bisa saja, hal serupa akan terjadi kembali di hari kiamat, sebagian Binatang dapat berbicara dijelaskan surat 27/82. Dari kejadian itu Adam dan Isterinya pun turut di usir.

Sehingga urutannya, Iblis dan Adam itu lebih dulu Iblis. Tapi untuk keturunan Iblis dan keturunan Adam itu berada dalam garis waktu yang sama. Yakni beranak pinak setelah keduanya di usir.

Perlu di ingat lagi, pada mahluk unsur 3 RASA versi alam halus yang pertama kali membangkang adalah pihak Jantan (Iblis). Sementara pada mahluk unsur 3 RASA versi alam kasar yang pertama kali membangkang adalah pihak Betina (Hawa).

Kini ketiga RASA (Hati, Nafsu dan Akal) berada dan beradu dalam satu arena/satu wujud (MANUSIA dan JIN). Bagi mereka semua di beri kesenangan di Bumi. Allah menguji siapakah di antara mereka yang paling baik dalam beribadah. Dalam hal ini Allah lebih melakukan percobaan terhadap RASA AKAL.

Apakah Akal mampu mengendalikan setiap perkataan si Nafsu yang sukanya hanya makan, kawin, tidur saja seperti ia pernah menyetir wujud Binatang ??? Ataukah Akal mampu "bergandengan tangan" dengan si Nafsu ??? Ataukah Akal percaya begitu saja dengan kejujuran si Hati tapi tak dapat mengembangkan sesuatu ??? 

Ketentuan untuk mereka adalah, Nafsu dan Iblis (Jin Pertama) di berikan umur panjang sepanjang umurnya wujud baru. Sementara Akal tidak demikian, AKAL memiliki AJAL sewaktu-waktu. Begitu juga dengan si HATI, ia bisa MATI.

Dan terselenggaralah drama mahluk baru yang di kehendaki Allah. Yakni kehidupan mahluk 3 RASA (Hati, Nafsu, Akal). Baik di alam halus (JIN) maupun di alam kasar (MANUSIA).

Surat 51/56 :
"Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia 
melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku."

adam dan iblis, iblis dan malaikat

5 komentar:

  1. Sangat bermanfaat sekali bagi kami ...
    http://goo.gl/LKwKfP
    http://goo.gl/KzKuyQ
    http://goo.gl/5tqFbP
    http://goo.gl/JIP1IR

    BalasHapus
  2. makin paham gara" ini artikel

    http://goo.gl/UCG8re
    http://goo.gl/Dm5E4r
    http://goo.gl/gcVM3N
    http://goo.gl/3XaNwi

    BalasHapus
  3. Ada kekurangan dalam menyebutkan suratnya di dalam al Qur'an.
    Di sini hanya menyebutkan nomor suratnya saja. Seharusnya nama suratnya jga harus di cantumkan. Dan ayat ayat ke berapa? Terima kasih

    BalasHapus
  4. Di sini mengatakan bahwa penolakan iblis bukanlah suatu kecemburuan. Iblis hanya merasa lebih baik saja bukan karena dengki.

    Bukankah ini suatu kecemburuan/kesombongan yg nyata. Karena iblis tecipta dari api sdangkan adam as trcipta dari tanah, yg menganggap api itu lebih mulia/ bAik dari pada tanah itu Iblis sendiri, padahal Allah biza saja menciptakan makhluk dari zat lain yg lebih mulia/baik sesuai dengan kehendaknya.seharusnya iblis itu membenarkan sujudnya para malaikat kpda adam As. Karena malaikat itu asal zat penciptaanya lebih baik yaitu cahaya. Jelas sekali bahwa iblis sngt sombong dan dengki.

    BalasHapus
  5. awal nya iblis itu malaikat dan iblis itu sendiri nama, sm halnya jibril,bahkan iblis penghulunya para malaikat.
    Karena rasa sombongnya, Allah pun mencabut semua kenikmatannya...

    BalasHapus