Bisa di katakan proyek penciptaan Mesin Waktu adalah mimpi yang luar biasa namun teramat khilaf.
Gambar : Google.
Betapa tidak, sebelumnya para pendukung teori ini (baik itu Muslim maupun non Muslim) haruslah bisa menjawab pertanyaan berikut :
Apakah mungkin manusia di masa depan pergi ke masa lalu ?? Contoh :
Mungkinkah terjadi seseorang pergi ke awal zaman untuk mencegah Adam mendekati pertumbuhan ??? Seraya berkata, "Assalamualaikum Bapak Adam, saya adalah manusia dari masa depan. Tolong jangan dekati pertumbuhan itu. Nanti bapak Adam terusir dari tempat ini. Sebagai buktinya, lihat saya. Saya adalah manusia keturunan bapak Adam. Saya mirip Anda, bukan ???".
Nah, kira-kira apa yang akan di jawab Adam ???
a. "Ya Allah, inikah mahluk purba penghuni Bumi yang dulunya pernah hidup sebelum aku ???"
b. "Wahhh ini toh alasan mengapa Allah melarang aku mendekati pertumbuhan. Rupanya aku bisa menciptakan manusia seperti diriku sendiri. Luar biasa ! Baiklah aku harus melakukan pertumbuhan itu !"
********
Sangat konyol bukan ???
Sebagian Muslim mungkin mempercayai teori mesin waktu ini karena melihat kisah Pemuda Goa Al kahfi (Surat ke 18) yang mana mereka tertidur ratusan tahun dan terbangun di zaman yang keadaannya telah berbeda dengan zaman sebelum mereka tertidur.
Padahal kisah Pemuda Goa Al Kahfi menunjukkan pesan pertanda tentang adanya hari kebangkitan yang teramat dekat. Yaitu esok hari. Baca uraiannya di sini. <<--- Klik.
Atau mungkin juga percaya karena meyakini bahwa tiap-tiap karya teknologi pada mulanya memang mustahil. Seperti halnya Handphone, dahulu keadaan dua orang berbicara pada jarak jauh bagaikan mimpi. Begitu juga manusia terbang, sementara pesawat telah tercipta sebagai buktinya.
Akan tetapi kita harus sadar, tidaklah semua mimpi khayalan itu dapat terwujud. Terlebih, ada satu keinginan manusia yang lebih tinggi lainnya daripada proyek Mesin Waktu, yaitu Hidup Kekal.
Bisakah manusia menciptakan sesuatu yang dapat mengkekalkan diri dari kematian ??? Tentu tidak, bukan ?
Lagi-lagi kita harus belajar dari pengalaman. Telah berlalu umat terdahulu. Mereka tidak bisa melarikan diri ke masa depan untuk menghindari azab kebinasaan. Padahal kepintaran mereka jauh di atas level kita.
Lagi-lagi kita harus belajar dari pengalaman. Telah berlalu umat terdahulu. Mereka tidak bisa melarikan diri ke masa depan untuk menghindari azab kebinasaan. Padahal kepintaran mereka jauh di atas level kita.
"Dan berapa banyak telah Kami binasakan
umat-umat sebelum mereka.
yang samar-samar ???"
umat-umat sebelum mereka.
Adakah
kamu melihat seorangpun dari mereka ???
atau kamu dengar suara mereka yang samar-samar ???"
(QS. Maryam : 98)
Bahasa Bacaan
- Ternyata Nabi Nuh Melakukan KB
- Anak Banyak Atau KB ?? Ini AyatNya !!
- Haramkah Siaran Sepakbola Malam ???
- Benarkah Ratu Balqis Menyembah Matahari ??
- Tipu Daya Setan Mengenai Kematian
- Ingat Pasangan !!!
- Mengapa Penampakan Nama Sang Pencipta Selalu Saja Berbentuk الله ???
- Alquran Itu Petunjuk Atau Penyesat ???
- Bukti Bacaan Itu Baik
setuju sahabat itu hanya sebatas ilusi saja ...
BalasHapuswalah mas, jawabnya asal ngomong doang, ga ilmiah blas
BalasHapusBahasan yg ilmiah yg seperti apa yg anda inginkan ?
HapusPara pemikir telah sepakat orang2 terdahulu lebih pintar dari pada orang2 di zaman kita.
Dan lihat, mereka tidak dapat melarikan diri ke masa depan utk menghindari kebinasaan.